Dari Pesantren ke Dunia Komunikasi: Kisah Inspiratif Fazira Ulfah, Anggota FORSIMMATH

0


 

Fazira Ulfah merupakan salah satu alumni Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Banjarnegara yang juga tergabung sebagai anggota FORSIMMATH. Ia membuktikan bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di dunia profesional. Saat ini, Fazira menjalankan aktivitas sebagai perantau humas di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banjarnegara.

Ketertarikannya pada dunia komunikasi berawal dari pengalaman mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik selama mondok. Dari kegiatan tersebut, ia belajar menulis, fotografi, serta mengenal dunia media secara langsung. Pengalaman inilah yang kemudian menumbuhkan minatnya untuk melanjutkan studi di bidang komunikasi setelah lulus dari pesantren.

Menurut Fazira, lingkungan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin sangat mendukung perkembangan santri, tidak hanya dalam aspek keilmuan agama, tetapi juga dalam pengembangan keterampilan umum dan karakter. Ia merasa bangga menjadi bagian dari pesantren yang menanamkan nilai-nilai ketekunan, kesantunan, dan etika melalui bimbingan para masyayikh.

“Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam saya bekerja dan berkarya hingga hari ini,” ungkapnya.

Sebagai anggota FORSIMMATH, Fazira juga mengajak adik-adik dan calon santri agar tidak ragu memilih pesantren sebagai tempat menimba ilmu. Menurutnya, di Tanbihul Ghofilin, santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dibekali berbagai keterampilan dan diberi ruang luas untuk menggali potensi diri.

“Yuk, jadi bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin dan FORSIMMATH, serta jadilah Santri Persegi,” ajaknya penuh semangat.

Kisah Fazira menjadi bukti bahwa pesantren dan jejaring alumni FORSIMMATH bukan hanya mencetak santri berakhlak, tetapi juga melahirkan generasi yang siap berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.



Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)